May 31, 2008 at 2:43 am (Speak Out)
semuanya,
belajar mandiri, belajar susah
belajar dari nol, belajar dari kesalahan.
semuanya,
belajar ikhlas untuk memaafkan,
belajar ikhlas untuk menerima,
belajar ikhlas untuk merelakan,
belajar ikhlas untuk bersandar pada satu.
semuanya !
-sapi-
Comments
April 22, 2008 at 12:31 am (Speak Out)
andainya nanti kamu bertanya, “mau?”, akan saya jawab dengan tegas, “mau!”.
suatu hal yang salah? saya kira tidak, kami sama2 mempunyai hak untuk memilih dan dipilih, bukan begitu?
-sapi-
Comments
April 4, 2008 at 2:15 am (Speak Out)
…..Kangen tongkrongan TMP Kalibata,
…..Kangen tongkrongan Blok M,
…..Kangen tongkrongan TIM Cikini,
…..Kangen Puncak,
…..Kangen Bandung,
…..Kangen Bioskop2 Indo,
…..Kangen Kamar di rumah,
…..Kangen semua masakan dan jajanan indo,
…..Kangen semua manusia yang saya tinggal disana,
…..Kamu, Kamu, dan Kamu semua…..
-sapi-
Comments
March 31, 2008 at 6:55 pm (Speak Out)
masih menanti kejutan2 besar yang mungkin akan terjadi di tahun2 mendatang..
thing is, i just have to thank God for everything that He has given to me..
thanks God, but could u please show me the right path???
Aku merasa disudutkan kenyataan,
Menuntut diriku dan tak sanggup ku melawan,
Butakan mataku semua tentang keindahan,
Menggugah takutku, Menentang sendiriku… -padi-
-sapi-
1 Comments
February 1, 2008 at 1:35 am (Speak Out)
Picik sekali ya. Begini hasilnya. Belakangan memang merasa tidak stabil. Bingung. Linglung. Harus memilih apa dan bagaimana. Kembali ke masa suram. Bimbang. Terkadang dengan bodohnya merisaukan masa depan. Padahal jauh di lubuk hati, sudah mengetahui jawabnya.
Merenung bukan saya saat ini. Jiwa kemana, hati pun dimana. Ada apa? Seakan tidak bisa hanya menyadari bahwa ini sudah terjadi, ini sudah takdir dan kemauan-nya. Realita, terkadang menyudutkan. Menerima ini sebagai suatu hasil, tentu bukan suatu hasil akhir. Masih jauh perjalanan. Ketika bosan dengan yang ada, hanya mampu bertanya dalam hati, sampai kapan? Ketika tidak bisa berharap banyak, apa yang bisa diharapkan? Mati? Ah, nyatanya nyawa saat ini masih ada, masih sanggup menulis ini. Menenggelamkan? Ah, semua menjauh.
Persoalan memang tidak ada habisnya. Sampai kapanpun tidak akan habis. Hanya silih berganti. Sudah seyogyanya, itulah hidup. Sekarang hanya berharap, semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini.
Basi? Iya kali. Klik. Tutup notebook. Plek. Tidur. ZzZzZ.
-sapi-
Comments